BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Minggu, 06 September 2009

Penil 1

Semangat Juang Seorang Guru Muda

Film Freedom Writers ( LaGravenese & Devito, 2007 ) bercerita mengenai kehidupan seorang guru bernama Erin, dibintangi oleh Hillary Swank, yang baru memulai kariernya dengan mendapatkan kelas berisikan para murid yang bermasalah di Long Beach, California, USA. Murid-muridnya selalu berada di dalam kelas dengan kelompok mereka masing-masing, walaupun ada beberapa yang memilih untuk tetap diam sendiri di tempatnya. Kelompok-kelompok mereka berdiri berdasarkan latar belakang mereka masing-masing. Tidak jarang kelompok-kelompok itu bertikai, bahkan beberapa dari mereka seringkali mengantongi senjata api dan tidak segan untuk menembak orang yang berbeda ras dengan mereka. Hal ini terjadi karena mereka mengutamakan ras mereka dan membenci ras lain dengan menganggap ras mereka lah yang terlebih dahulu berada di wilayah Long Beach.

Erin yang mulanya berantusias untuk bersikap baik dan ramah pada para muridnya, pada akhirnya dituntut untuk bersikap lebih tegas dan lebih profesional dalam menghadapi mereka karena mereka daapt dengan mudahnya meremehkan Erin. Guru baru ini mencoba segala macam cara untuk mengetahui dan mengerti keadaan murid-muridnya dengan berbagai macam permainan. Sampai akhirnya ia menemukan cara untuk membantu mengatasi jalan keluar para muridnya yaitu dengan menuliskan hal apa saja yang ingin mereka curahkan di dalam sebuah buku layaknya sebuah buku harian. Erin akan membaca tulisan para muridnya jika mereka meletakkan buku tersebut ke dalam lemari istimewa yang telah disediakannya. Tanpa diduga, tulisan mereka ternyata sangat berarti dan dapat menginspirasi orang lain yang membacanya.

Pencahayaan dalam film ini terbilang cukup baik, karena memang pengambilan gambar lebih banyak dilakukan pada siang hari. Namun, ada beberapa adegan pada malam hari dan adegan seperti di lorong yang tidak terlihat jelas dikarenakan kurangnya efek cahaya saat pengambilan gambar. Hal ini tentu sangat penting karena ada beberapa adegan yang menarik namun sedikit terganggu, seperti percakapan antara salah seorang murid Erin dengan ibunya.

Sang sutradara, Richard LaGravenese menggarap film ini dengan sangat apik dan membuat jalan ceritanya menjadi semakin menarik. Masalah mengenai ras yang diangkat, memang merupakan masalah yang belakangan ini menjadi cukup besar di kehidupan kita. Hal utama yang menyebabkan pertikaian antar grup (dalam hal ini ras) sudah pasti adalah peperangan (Wade & Tavris, 2008). Seperti dalam awal film, diceritakan bagaimana mulanya perang ini terjadi, yaitu karena adanya sifat keegoisan anggota suatu ras tidak mau terbuka akan adanya ras lain di sekitar mereka.

Selain itu, pemeran utama, Hillary Swank, juga sangat professional dalam menghayati perannya. Hal ini terlihat dalam ekspresi wajahnya pada setiap adegan yang ia mainkan. Ekspresi wajah dapat memberikan arti yang berbeda-beda di saat yang berbeda pula (Wade & Tavris, 2008). Dan Hillary dapat memberikan ekspresi wajah yang alami untuk memperjelas adegan pada para penontonnya. Seperti saat ia terharu mendengar dan membaca cerita para muridnya atau saat ia meyakinkan ayahnya untuk mempercayai keputusannya menjadi seorang guru karena memang itulah mimpinya sejak dulu. Nampaknya aktris kelahiran 30 Juli 1974 ini memang piawai untuk memposisikan diri pada peran yang dimainkannya, terbukti dengan mendapatkan banyak peran dalam beberapa tahun terakhir ini.

Film ini sangat menyenangkan dan mudah untuk dinikmati, karena selain menyinggung mengenai pertikaian antar kelompok, film ini juga dapat menginspirasi penonton dalam hal semangat, semangat untuk terus berjuang meraih mimpi. Bukan orang lain yang menentukannya dan bukan karena orang lain kita menentukan arah hidup kita, melainkan kita sendiri yang harus menentukan kemana arah hidup kita,. Memang dalam perjalanannya kita akan menemukan banyak masalah, seperti halnya Erin yang harus mengorbankan hubungannya dengan ayahnya bahkan dengan suaminya. Tapi dengan semangat untuk menolong murid-muridnya, ia tetap merujuk pada tujuan (mimpi) akhirnya (Covey, 1993) dan ia senangi walaupun itu membuat orang lain kecewa pada awalnya.

Maka dari itu, film ini akan sangat menginspirasi kaum muda yang sedang mencari jati diri dan semangat untuk meraih mimpi-mimpi mereka. Juga menjadi inspirasi bagi para guru-guru untuk terus semangat dan terus menggali kreasinya dalam memajukan pendidikan dengan cara yang kira-kira akan dinikmati para siswa, sehingga siswa tidak mudah merasa bosan belajar, melainkan merasa sangat senang dan haus akan belajar.

Daftar Pustaka :

Covey, Stephen R. 1993. The Seven Habits of Highly Effective People. Simon & Schuster Inc.

LaGravenese, R. (Sutradara) & DeVito, D.(Produser) (2007). Freedom Writers (Film). Amerika Serikat ; Paramount Pictures.

Wade, C. & Tavris, C. 2008. Psychology Ninth Edition. New Jesrsey: Pearson Education, Inc.

0 komentar: